Senin, 05 Mei 2008

Perampok Bersenpi Hantui Warnet 24 Jam

Liputan6.com, Bandung:
Bandung selain dikenal sebagai kota tujuan wisata ternyata juga banyak menarik minat para pelajar untuk melanjutkan pendidikan. Para pelajar dari seluruh penjuru Tanah Air membanjiri perguruan tinggi negeri atau swasta terkemuka yang di di kota itu.

Seiring dengan itu, kondisi ini membuka peluang usaha warung internet atau warnet. Selain memenuhi kebutuhan informasi atau sekadar mengobrol di dunia maya, kehadiran warnet juga dimanfaatkan para mahasiswa untuk bermain games. Tak heran banyak warnet di Kota Bandung yang buka hingga 24 jam.

Kehadiran warnet 24 jam ternyata mengundang celah bagi sebagian orang melakukan tindak kejahatan. Kasus sekelompok pria bersenjata menyatroni warnet sering terdengar. Modusnya juga berbeda-beda. Seperti yang terjadi di sebuah warnet beberapa waktu silam. Sekawanan pria berpura-pura hendak membeli rokok. Setelah itu mereka menodongkan senjata sambil melucuti barang bawaan para pengunjung. Selanjutnya mereka disekap di dalam kamar mandi yang tersedia di warnet.

Di tempat lain, para penjahat leluasa menjarah CPU (central processing unit) dan monitor yang ada di sebuah warnet. Pemilik warnet tak bisa berbuat banyak saat para penjahat membawa kabur belasan komputer. Korban menduga kawanan itu bukanlah sekelompok orang yang gagap teknologi. Karena dari cara membongkar CPU mereka tampak bersikap hati-hati [baca: Sebuah Warnet di Bandung Dirampok ].

Kejadian itu tentu saja menyisakan trauma tersendiri bagi para pengelola warnet. Mereka kerap was-was bila ada orang asing atau pengunjung baru di tengah malam. Sebagian pengelola warnet memutuskan untuk bersikap selektif kepada pengunjung. Sementara sebagian lagi terpaksa mengurangi jam operasional meski berdampak pada jumlah pendapatan.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo, dalam sebulan terakhir tercatat delapan kali kasus perampokan warnet. Polisi telah mengidentifikasi kawanan penjahat ini termasuk modus yang dijalankan. Menyikapi kondisi ini, Hendro meminta para pengelola warnet lebih meningkatkan kewaspadaan.

Para pengelola warnet di Kota Bandung hingga kini masih tetap beroperasi. Namun demikian mereka berharap adanya jaminan keamanan dari aparat kepolisian selain pengamanan internal. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dalam menjalankan bisnis warnet 24 jam.

(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Tidak ada komentar: