Senin, 05 Mei 2008

Lagi, Rampok Berpistol Gasak Warnet


Kali ini Sasarannya Warung Internet K 100 di Jln. Dipati Ukur

BANDUNG, (PR).- 05 Mei 2008

Aksi perampokan terhadap warung internet (warnet) kembali terjadi. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Warnet K 100 milik Andreas, di Jalan Dipati Ukur No. 105 A Kota Bandung. Para pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang itu bersenjatakan pistol, golok, dan samurai. Mereka menyekap lima orang korbannya di WC, sebelum membawa kabur komputer, telefon seluler, dan uang tunai Rp 700.000,00.
Di wilayah hukum Polresta Bandung Tengah, sebelumnya telah terjadi tiga kali peristiwa perampokan warnet. Yaitu Sira Net di Jln. Cikutra, Easi Net di Jln. Jakarta, dan Wayang Net di Jln. Gatot Subroto.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di tempat kejadian, aksi perampokan itu terjadi Jumat (1/2), sekitar pukul 4.00 WIB. Saat itu di dalam warnet hanya ada dua karyawan, yaitu Endang Kusmara (23) dan Alan (22), dan empat pelanggan. Situasi di sekitar warnet dalam keadaan sepi, sehingga perampok bisa bebas melakukan aksinya.
Menurut Endang Kusmara, saat kawanan perampok itu memasuki warnet, ia sedang berada di meja kasir sambil mengawasi empat pelanggannya. Sedangkan temannya, Alan, tidur di salah satu ruangan belakang warnet yang tidak diketahui perampok.
"Tiba-tiba dari arah pintu depan warnet, muncul lima orang pria bersenjatakan pistol, golok, dan samurai," ujar Endang.
Seorang pelaku yang membawa pistol langsung menodongkan senjatanya ke arah kepala Endang. Sedangkan para pelaku lainnya, langsung mengancam empat pengguna warnet dengan golok dan samurai.
Di bawah todongan senjata api dan senjata tajam, kelima orang yang berada di dalam ruangan itu digiring masuk ke WC berukuran 1 x 2 meter yang ada di lingkungan warnet. "Kami semua dimasukkan ke dalam WC dan dijaga oleh seorang pelaku bersenjatakan golok," ujar Endang.
Sekitar 15 menit kemudian, para pelaku kabur menggunakan mobil Avanza berwarna hitam. Mereka berhasil menggondol 10 unit komputer, 4 unit LCD, 17 unit CPU, 6 handphone, dan uang tunai yang ada di dalam kas sebanyak Rp 700.000,00.
"Jika dijumlahkan, kerugian kami akibat perampokan itu mencapai Rp 30 juta," kata Endang.
Kasus perampokan Warnet K 100 milik Andreas itu, kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Begitu pun tiga kasus perampokan warnet sebelumnya. "Kami sedang berupaya mengungkap kasus perampokan ini," kata Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol. Drs. Bambang Suparsono, kemarin.
Meski begitu, Bambang mengungkapkan, modus perampokan Warnet K 100 mirip dengan aksi perampokan Wayang Net di Jln. Gatot Subroto Bandung, beberapa waktu lalu.
"Modusnya sama. Jadi tidak menutup kemungkinan komplotan perampok Warnet K 100 itu sama dengan yang melakukan aksi perampokan di Wayang Net," kata Bambang Suparsono. (

Alan - Kadewe News

Sumber :

PIKIRAN RAKYAT

Tidak ada komentar: